Program Perkuliahan Karyawan
INSTITUT MIFTAHUL HUDA AL-AZHAR

INSTITUT MIFTAHUL HUDA AL-AZHAR

IMA
Karier dan Pendidikan

Tanda Staf Keuangan Syariah Siap Melanjutkan Kuliah S1 Ekonomi Syariah

Kenali tanda staf keuangan syariah siap kuliah jurusan S1 Ekonomi Syariah, dari memahami prinsip transaksi hingga menyiapkan belajar sambil bekerja.

Tanda Staf Keuangan Syariah Siap Melanjutkan Kuliah S1 Ekonomi Syariah

Bekerja di bidang keuangan syariah membuat seseorang terbiasa berhadapan dengan transaksi, dokumen, pelayanan, dan kebutuhan keuangan yang harus diproses secara teliti.

Ada data yang perlu dicatat.

Ada dokumen yang harus diperiksa.

Ada kebutuhan pengguna yang harus dilayani.

Ada pula prosedur tertentu yang perlu diikuti agar transaksi berjalan sesuai ketentuan.

Semakin lama bekerja, banyak proses biasanya mulai terasa familiar.

Kamu mulai mengetahui dokumen apa yang dibutuhkan.

Lebih cepat memahami alur pelayanan.

Dan semakin terbiasa melihat transaksi dari awal sampai selesai.

Namun, pengalaman juga bisa menimbulkan pertanyaan baru.

Mengapa transaksi tertentu menggunakan pola yang berbeda?

Apa prinsip syariah yang mendasari sebuah transaksi?

Mengapa suatu cara diperbolehkan sementara cara lain perlu dihindari?

Bagaimana kegiatan ekonomi dan bisnis dijalankan berdasarkan prinsip Islam?

Ketika pertanyaan seperti ini semakin sering muncul, kebutuhan belajarmu mungkin mulai berkembang.

Bagi staf keuangan syariah, tanda siap melanjutkan S1 Ekonomi Syariah bukan berarti sudah harus memahami seluruh konsep ekonomi Islam.

Kesiapan dapat mulai terlihat ketika kamu ingin memahami prinsip transaksi syariah secara lebih terstruktur dan mulai menghubungkannya dengan pekerjaan yang selama ini dijalani.

 

Saat pekerjaan keuangan syariah mulai menuntut pemahaman lebih dalam

Coba ingat kembali salah satu transaksi yang pernah kamu tangani.

Dokumen tersedia.

Data sudah diperiksa.

Prosedur sudah diketahui.

Kemudian transaksi diproses sesuai alur yang berlaku.

Secara pekerjaan, semuanya mungkin sudah selesai.

Namun, setelah cukup sering menjalankan proses serupa, kamu bisa mulai bertanya:

Mengapa bentuk transaksinya seperti ini?

Apa dasar yang membedakannya dari transaksi lain?

Apa prinsip syariah yang ingin dijaga?

Bagaimana aktivitas tersebut dilihat dari sisi ekonomi dan bisnis?

Pertanyaan seperti ini menunjukkan perubahan cara berpikir.

Kamu tidak lagi hanya ingin mengetahui bagaimana transaksi dijalankan.

Kamu mulai ingin memahami mengapa transaksi tersebut disusun dengan prinsip tertentu.

Dari sinilah pengalaman kerja dapat berkembang menjadi kebutuhan belajar S1 Ekonomi Syariah.

 

Kamu mulai ingin memahami prinsip di balik transaksi

Dalam pekerjaan, prosedur sering menjadi bagian yang paling terlihat.

Ada formulir.

Ada dokumen.

Ada tahapan.

Ada pihak yang perlu memberikan persetujuan.

Namun, semakin lama bekerja, kamu mungkin mulai merasa bahwa memahami prosedur saja belum cukup.

Kamu ingin tahu alasan di baliknya.

Misalnya:

Apa prinsip yang digunakan?

Apa tujuan dari struktur transaksi?

Mengapa ketentuan tertentu perlu diperhatikan?

Bagaimana prinsip Islam diterapkan dalam kegiatan ekonomi?

Pertanyaan seperti ini penting.

Karena kamu mulai bergerak dari sekadar menjalankan proses menuju keinginan memahami kerangka yang mendasarinya.

 

Kamu mulai membedakan prosedur dengan pemahaman

Pekerja yang sudah terbiasa dengan suatu proses biasanya dapat menjalankannya dengan cepat.

Kamu mungkin tahu:

dokumen apa yang perlu disiapkan;

langkah apa yang harus dilakukan;

siapa yang perlu dihubungi;

dan apa yang harus diperiksa.

Namun, mampu menjalankan prosedur tidak selalu berarti memahami seluruh konsep di baliknya.

Kamu dapat mulai bertanya:

Mengapa tahap tersebut diperlukan?

Prinsip apa yang sedang diterapkan?

Apa yang membedakan transaksi syariah dari transaksi lainnya?

Bagaimana proses tersebut berhubungan dengan kegiatan ekonomi yang lebih luas?

Saat pertanyaan seperti ini muncul, pengalaman mulai menjadi pintu masuk menuju pembelajaran yang lebih terstruktur.

 

Kamu mulai bisa menjelaskan tujuan melanjutkan kuliah

Keinginan mengambil S1 akan terasa lebih kuat ketika tujuanmu semakin spesifik.

Bukan hanya:

“Saya ingin punya gelar sarjana.”

Tetapi:

“Saya ingin memahami pengelolaan ekonomi dan bisnis berdasarkan prinsip syariah agar lebih mengerti pekerjaan yang selama ini saya lakukan.”

Atau:

“Saya sudah menangani transaksi, tetapi ingin memahami prinsip yang menjadi dasar transaksinya.”

Tujuan seperti ini mempunyai hubungan langsung dengan pekerjaan.

Coba lengkapi satu kalimat:

“Jika saya melanjutkan S1 Ekonomi Syariah, hal yang paling ingin saya pahami adalah...”

Mungkin jawabannya prinsip transaksi syariah.

Pengelolaan ekonomi.

Bisnis syariah.

Atau hubungan antara transaksi dan kegiatan ekonomi yang lebih luas.

Jika tujuan belajar mulai dapat dijelaskan dengan jelas, rencana kuliah juga mulai mempunyai arah.

 

Kamu mulai mencatat pertanyaan dari pekerjaan

Salah satu tindakan kecil yang dapat menunjukkan kesiapan belajar adalah mulai menyimpan pertanyaan.

Tidak perlu dalam format rumit.

Misalnya:

Situasi: ada transaksi yang menggunakan prosedur tertentu.

Pertanyaan: prinsip apa yang mendasarinya?

Atau:

Situasi: pengguna menanyakan perbedaan dua bentuk transaksi.

Pertanyaan: bagaimana menjelaskan perbedaannya secara sederhana?

Atau:

Situasi: ada ketentuan yang perlu dipenuhi sebelum transaksi diproses.

Pertanyaan: apa tujuan dari ketentuan tersebut?

Kumpulan pertanyaan ini dapat menjadi peta kebutuhan belajar.

Kamu tidak perlu langsung mengetahui seluruh jawabannya.

Yang penting, pengalaman sudah mulai berubah menjadi rasa ingin tahu yang lebih terarah.

 

Kamu mulai melihat transaksi dalam konteks ekonomi yang lebih luas

Dalam pekerjaan sehari-hari, perhatian biasanya fokus pada transaksi yang sedang ditangani.

Namun, Ekonomi Syariah melihat kegiatan ekonomi dalam konteks yang lebih luas.

Ada individu.

Ada bisnis.

Ada lembaga keuangan.

Ada transaksi.

Ada nilai dan prinsip yang menjadi dasar.

Ketika mulai tertarik melihat hubungan tersebut, kamu mungkin bertanya:

Bagaimana transaksi memengaruhi kegiatan bisnis?

Bagaimana prinsip syariah diterapkan dalam aktivitas ekonomi?

Bagaimana kegiatan usaha dapat dijalankan sesuai prinsip Islam?

Pertanyaan seperti ini memperluas cara melihat pekerjaan.

Transaksi tidak lagi berdiri sendiri.

 

Kamu mulai tertarik memahami ekonomi dasar

Data sumber menunjukkan bahwa ekonomi dasar menjadi salah satu bagian yang perlu diperkuat.

Bagi pekerja keuangan, sebagian konsep mungkin sudah terasa familiar melalui pengalaman.

Namun, kamu tetap dapat kembali pada dasar.

Bagaimana aktivitas ekonomi terjadi?

Mengapa orang melakukan transaksi?

Bagaimana kebutuhan, produksi, distribusi, dan kegiatan bisnis saling berhubungan?

Tidak perlu langsung mempelajari teori yang rumit.

Mulailah dari konsep yang dekat dengan pekerjaan.

Kebiasaan ini membantu ketika nantinya mempelajari Ekonomi Syariah secara lebih terstruktur.

 

Kamu mulai memperkuat akuntansi

Akuntansi juga disebut sebagai salah satu dasar yang perlu diperkuat.

Bagi staf keuangan syariah, kemampuan ini cukup relevan.

Kamu dapat mulai dari hal sederhana.

Bagaimana transaksi dicatat?

Mengapa pencatatan perlu konsisten?

Bagaimana data transaksi nantinya membentuk informasi keuangan?

Tidak harus langsung membahas hal yang kompleks.

Yang penting adalah memahami hubungan antara transaksi dan informasi yang dihasilkan.

 

Kamu mulai memperdalam prinsip transaksi syariah

Inilah bagian yang menjadi pembeda utama dari sekadar bekerja di bidang keuangan.

Kamu mulai ingin memahami transaksi bukan hanya dari bentuknya.

Kamu juga ingin mengetahui prinsip yang melandasinya.

Misalnya:

Apa dasar sebuah transaksi dianggap sesuai prinsip syariah?

Apa yang perlu diperhatikan dalam hubungan antar pihak?

Mengapa struktur transaksi tertentu digunakan?

Bagaimana prinsip Islam diterapkan dalam kegiatan ekonomi?

Pertanyaan seperti ini membantu mengubah pengalaman kerja menjadi proses belajar.

Kamu tidak hanya menghafal ketentuan.

Kamu mulai mencari pemahaman.

 

Kamu mulai ingin menjelaskan transaksi dengan bahasa yang lebih sederhana

Bekerja di bidang keuangan berarti berhadapan dengan orang yang memiliki tingkat pemahaman berbeda.

Ada yang sudah familiar dengan istilah keuangan syariah.

Ada juga yang belum.

Jika kamu mulai merasa perlu menjelaskan transaksi dengan lebih jelas, itu dapat menjadi tanda kebutuhan belajar.

Coba pilih satu konsep yang sering ditemui.

Kemudian jelaskan menggunakan bahasa sederhana.

Apa transaksinya?

Bagaimana cara kerjanya?

Apa prinsip yang menjadi dasarnya?

Jika masih sulit menjelaskan, mungkin ada bagian yang belum benar-benar dipahami.

Latihan seperti ini membantu mengetahui kebutuhan belajar dengan lebih spesifik.

 

Kamu mulai memperhatikan alasan di balik ketentuan

Kadang seseorang dapat menjalankan aturan tanpa benar-benar memahami alasannya.

Misalnya sebuah proses membutuhkan dokumen tertentu.

Ada tahap yang tidak boleh dilewati.

Ada informasi yang harus dijelaskan.

Saat kebutuhan belajar berkembang, kamu mulai bertanya:

Mengapa ketentuan tersebut ada?

Apa yang ingin dijaga?

Bagaimana hubungannya dengan prinsip transaksi syariah?

Pertanyaan seperti ini membuat pekerjaan rutin menjadi bahan refleksi.

Semakin memahami alasannya, semakin mudah melihat hubungan antara prosedur dan prinsip.

 

Kamu mulai bersedia menerima masukan

Pengalaman kerja dapat membuat seseorang mempunyai cara sendiri dalam memahami proses.

Namun, belajar berarti bersedia melihat sudut pandang lain.

Ada konsep yang mungkin selama ini dipahami sebagian.

Ada istilah yang ternyata mempunyai makna lebih spesifik.

Ada cara menjelaskan yang perlu diperbaiki.

Kesiapan belajar terlihat ketika kamu tetap menghargai pengalaman yang sudah dimiliki, tetapi bersedia mengatakan:

“Bagian ini masih perlu saya pahami lebih dalam.”

Sikap seperti ini membantu pengalaman dan pendidikan saling melengkapi.

 

Kamu memahami hubungan S1 Ekonomi Syariah dengan pekerjaanmu

Program S1 Ekonomi Syariah Institut Miftahul Huda Al-Azhar mempelajari kegiatan ekonomi dan bisnis berdasarkan prinsip Islam.

Bagi staf keuangan syariah, bidang tersebut mempunyai hubungan langsung dengan pengalaman sehari-hari.

Kamu sudah mendokumentasikan transaksi.

Melayani kebutuhan keuangan.

Mengikuti prosedur.

Dan mungkin mulai mempertanyakan prinsip yang mendasari proses tersebut.

Jika sedang mempertimbangkan program ini, kamu dapat mempelajari S1 Ekonomi Syariah IMA.

Saat melihat programnya, hubungkan dengan kebutuhanmu.

Misalnya:

“Saya sudah bekerja dengan transaksi keuangan, tetapi ingin memahami prinsip syariahnya lebih terstruktur.”

Atau:

“Saya ingin memahami bagaimana ekonomi dan bisnis dijalankan berdasarkan prinsip Islam.”

Hubungan seperti ini membuat keputusan pendidikan lebih konkret.

 

Kamu mulai melihat pengalaman sebagai modal belajar

Ketika masuk kuliah, kamu tidak datang tanpa pengalaman.

Kamu sudah pernah berhadapan dengan transaksi.

Menangani dokumen.

Melayani kebutuhan pengguna.

Dan mengikuti prosedur keuangan.

Pengalaman tersebut memberikan konteks.

Ketika membahas transaksi syariah, kamu mempunyai contoh nyata.

Saat mempelajari ekonomi, kamu dapat menghubungkannya dengan aktivitas keuangan yang pernah ditangani.

Ketika membahas bisnis berdasarkan prinsip Islam, kamu tidak hanya membayangkan konsep.

Kamu mempunyai pengalaman kerja sebagai pembanding.

Pengalaman tidak menggantikan pendidikan.

Namun, pengalaman membuat proses belajar lebih dekat dengan kehidupan profesional.

 

Kamu mulai membangun kebiasaan membaca

Salah satu persiapan sederhana adalah mulai membaca secara konsisten.

Pilih topik yang dekat dengan pekerjaan.

Misalnya prinsip transaksi syariah.

Baca secara perlahan.

Kemudian buat tiga catatan:

Apa yang dipahami?

Apa yang belum jelas?

Apa hubungannya dengan pekerjaan?

Tidak perlu membaca banyak dalam satu waktu.

Yang penting adalah membangun kebiasaan.

 

Kamu mulai belajar membuat ringkasan

Setelah membaca, coba tuliskan kembali dengan bahasa sendiri.

Misalnya:

“Prinsip yang saya pahami dari materi ini adalah...”

Kemudian tambahkan:

“Contoh dalam pekerjaan saya yang mungkin berkaitan adalah...”

Jika sulit membuat ringkasan, baca kembali.

Latihan tersebut membantu mengetahui apakah materi benar-benar dipahami atau hanya dibaca.

 

Kamu mulai menyiapkan cara belajar sambil bekerja

Kesiapan juga perlu dilihat dari sisi praktis.

Data program mencantumkan kelas akhir pekan:

Sabtu: 09.00–18.00
Minggu: 09.00–18.00

Bagi pekerja, jadwal ini membutuhkan ruang yang cukup besar pada akhir pekan.

Coba lihat rutinitasmu.

Apakah Sabtu masih menjadi hari kerja?

Bagaimana dengan Minggu?

Apakah ada tanggung jawab keluarga?

Berapa lama perjalanan?

Kapan waktu untuk beristirahat?

Mulai menjawab pertanyaan seperti ini membuat rencana kuliah lebih nyata.

 

Kamu mulai membuat simulasi akhir pekan

Jadwal Sabtu dan Minggu berlangsung dari pukul 09.00 sampai 18.00.

Coba buat simulasi.

Pukul berapa perlu berangkat?

Berapa waktu perjalanan?

Kapan makan?

Pukul berapa kembali?

Apakah masih ada aktivitas lain setelah kelas?

Lakukan simulasi untuk satu akhir pekan.

Dari sana, kamu dapat melihat apakah ada rutinitas yang perlu diubah atau dukungan yang perlu disiapkan.

 

Kamu mulai memperhitungkan waktu belajar di luar kelas

Kelas bukan satu-satunya bagian dari kuliah.

Ada bacaan.

Ada tugas.

Ada latihan.

Ada diskusi.

Karena Sabtu dan Minggu sudah cukup padat, kamu mungkin perlu mencari waktu pada hari kerja.

Misalnya satu malam untuk membaca.

Satu malam untuk mengerjakan tugas.

Atau waktu lain yang paling realistis.

Tujuannya bukan mengisi seluruh waktu kosong.

Yang dibutuhkan adalah beberapa ruang belajar yang dapat dipertahankan.

 

Kamu mulai memahami pola Tatap Muka dan Hybrid Learning

Data program mencantumkan metode Tatap Muka dan Hybrid Learning.

Artinya, detail penerapannya perlu dipahami lebih lanjut.

Kamu dapat menanyakan:

bagaimana porsi tatap muka dan pembelajaran hybrid;

apakah seluruh jadwal Sabtu dan Minggu membutuhkan kehadiran;

bagaimana kegiatan daring dilakukan;

bagaimana sistem kehadiran;

serta bagaimana tugas dan kegiatan akademik lainnya dijalankan.

Informasi awal dapat dilihat melalui halaman S1 Ekonomi Syariah IMA.

Bagian yang belum jelas dapat dicatat untuk dikonfirmasi kepada pihak kampus.

 

Kamu mulai memeriksa latar pendidikan

Data sumber menyebut SMA/MA IPS atau IPA, MA Keagamaan, serta SMK Akuntansi, Perbankan, Bisnis, atau Keuangan Syariah sebagai latar yang relevan.

Latar SMA/MA/SMK jurusan lain juga tetap mungkin.

Namun, ekonomi dasar, akuntansi, dan prinsip transaksi syariah perlu diperkuat.

Karena itu, pengalaman kerja dapat menjadi modal.

Tetapi pengalaman tidak perlu dianggap menggantikan persyaratan pendidikan yang berlaku.

Persyaratan resmi tetap perlu diperiksa kepada kampus.

 

Kamu mulai menyiapkan biaya pendidikan

Data program mencantumkan:

Biaya formulir: Rp100.000

Herregistrasi: Rp450.000

Sehingga total biaya awal sebesar Rp550.000.

Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp310.000 per bulan.

Selain biaya tersebut, kamu dapat memperhitungkan kebutuhan pribadi lainnya.

Transportasi.

Makan selama kegiatan akhir pekan.

Internet.

Perangkat.

Buku atau bahan belajar.

Dan kebutuhan akademik lain yang mungkin muncul.

Perencanaan sejak awal membantu keputusan pendidikan menjadi semakin konkret.

 

Kamu mulai melibatkan orang di sekitar

Kuliah pada Sabtu dan Minggu akan mengubah rutinitas akhir pekan.

Karena itu, komunikasi dengan keluarga atau orang terdekat dapat membantu.

Jika akhir pekan masih berkaitan dengan pekerjaan, kamu juga dapat mulai melihat apakah ada penyesuaian yang perlu dibicarakan.

Tujuannya bukan mencari kondisi tanpa kendala.

Yang penting adalah mengetahui perubahan apa yang perlu disiapkan sebelum perkuliahan dimulai.

 

Kamu mulai menguji kebiasaan belajar sebelum mendaftar

Tidak perlu menunggu menjadi mahasiswa.

Coba buat eksperimen selama dua minggu.

Pilih satu topik Ekonomi Syariah.

Sediakan dua atau tiga sesi belajar.

Baca.

Catat.

Buat ringkasan.

Kemudian lihat:

Apakah kamu mampu menjaga konsistensi?

Apakah materi membuatmu semakin penasaran?

Apakah pengalaman kerja membantu memahami pembahasan?

Apakah masih ada bagian yang ingin dipelajari lebih dalam?

Uji coba kecil ini dapat membantu melihat apakah keinginan kuliah sudah mulai berubah menjadi kebiasaan belajar.

 

Empat pertanyaan untuk melihat kesiapanmu

Tidak ada skor tertentu yang menentukan staf keuangan syariah sudah siap melanjutkan S1 Ekonomi Syariah.

Namun, empat pertanyaan berikut dapat membantu:

  1. Apakah pengalaman menangani transaksi membuat saya ingin memahami prinsip syariahnya secara lebih terstruktur?
  2. Apakah saya sudah dapat menjelaskan kemampuan atau pemahaman yang ingin dikembangkan melalui kuliah?
  3. Apakah saya bersedia memperkuat ekonomi dasar, akuntansi, dan prinsip transaksi syariah?
  4. Apakah saya mulai menyiapkan waktu akhir pekan, biaya, dan kebiasaan belajar sambil bekerja?

Tidak semua jawabannya harus langsung sempurna.

Kesiapan dapat berkembang bertahap.

Yang penting, pengalaman kerja sudah mulai menghasilkan pertanyaan dan tindakan belajar.

 

Pengalaman keuangan syariah dapat menjadi modal belajar

Ketika masuk kuliah, kamu tidak datang tanpa pengalaman.

Kamu sudah pernah mendokumentasikan transaksi.

Melayani kebutuhan keuangan.

Mengikuti prosedur.

Membaca dokumen.

Dan mungkin menjelaskan sebagian proses kepada pengguna.

Pengalaman tersebut memberi konteks.

Ketika mempelajari prinsip transaksi syariah, kamu mempunyai situasi nyata untuk dibandingkan.

Saat membahas ekonomi dan bisnis, kamu sudah mengetahui sebagian aktivitas yang terjadi di lapangan.

Pengalaman tidak menggantikan pendidikan.

Namun, pengalaman dapat membuat proses belajar lebih mudah dihubungkan dengan pekerjaan sehari-hari.

 

Langkah kesiapan berikutnya bersama IMA

Bagi staf keuangan syariah dan pekerja bidang bisnis atau keuangan di Banjar dan sekitarnya yang ingin memperdalam pengelolaan ekonomi berdasarkan prinsip syariah sambil tetap bekerja, salah satu program yang dapat dipelajari adalah Kelas Karyawan IMA melalui P2K S1 Ekonomi Syariah.

Program Studi S1 Ekonomi Syariah pada data yang tersedia tercatat memiliki akreditasi Baik.

Institusi Institut Miftahul Huda Al-Azhar juga tercatat berakreditasi Baik.

Lulusan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.).

Program menggunakan metode Tatap Muka dan Hybrid Learning dengan jadwal kelas akhir pekan:

Sabtu: 09.00–18.00
Minggu: 09.00–18.00

Untuk pembiayaan, biaya awal tercatat sebesar Rp550.000, terdiri dari formulir Rp100.000 dan herregistrasi Rp450.000.

Tersedia pula simulasi enam kali angsuran sebesar Rp310.000 per bulan.

Kamu dapat mempelajari bidang studinya melalui Program S1 Ekonomi Syariah Institut Miftahul Huda Al-Azhar.

Informasi mengenai kampus dan program lainnya juga tersedia melalui website Institut Miftahul Huda Al-Azhar.

Sebelum mengambil langkah berikutnya, pilih satu jenis transaksi yang sering kamu temui dalam pekerjaan.

Kemudian tuliskan:

Transaksinya apa?

Prosedur yang selama ini kamu pahami bagaimana?

Prinsip syariah apa yang sudah kamu ketahui?

Bagian apa yang belum kamu pahami?

Mengapa kamu ingin mempelajarinya lebih dalam?

Tidak perlu mempunyai jawaban lengkap.

Tujuannya adalah melihat apakah pekerjaan sudah menghasilkan pertanyaan belajar yang jelas.

Jika pengalaman kerja membuatmu semakin ingin memahami alasan dan prinsip di balik transaksi, kebutuhan belajarmu mulai mempunyai arah.

Kamu dapat mempelajari kembali S1 Ekonomi Syariah Kelas Karyawan IMA sambil membawa daftar tujuan dan pertanyaan yang masih ingin dikembangkan.

 

Tanda siap melanjutkan kuliah tidak berarti kamu sudah menguasai seluruh ekonomi dan transaksi syariah.

Bagi staf keuangan syariah, kesiapan dapat terlihat ketika pekerjaan yang selama ini dilakukan mulai membuatmu ingin memahami prinsip di balik prosedur, kamu bersedia kembali memperkuat dasar, dan mulai menyiapkan ruang agar pendidikan dapat berjalan bersama pekerjaan.

Selama ini kamu mungkin sudah mengetahui bagaimana transaksi diproses.

S1 Ekonomi Syariah dapat menjadi langkah berikutnya untuk memahami mengapa transaksi tersebut dijalankan berdasarkan prinsip tertentu dan bagaimana prinsip itu berhubungan dengan kegiatan ekonomi yang lebih luas.