Program Perkuliahan Karyawan
INSTITUT MIFTAHUL HUDA AL-AZHAR

INSTITUT MIFTAHUL HUDA AL-AZHAR

IMA
Berita

KKN IMA Banjar Telusuri Sejarah Pesantren Mendit, Ini Nilai yang Dipelajari Mahasiswa

KKN IMA Banjar di Pesantren Mendit mengajak mahasiswa belajar sejarah lokal, observasi, wawancara, dan memahami kehidupan masyarakat secara langsung.

KKN IMA Banjar Telusuri Sejarah Pesantren Mendit, Ini Nilai yang Dipelajari Mahasiswa

KKN tidak harus dengan melakukan kegiatan mengajar atau kerja bakti. Mahasiswa Institut Miftahul Huda Al-Azhar (IMA) Kota Banjar misalnya, menggunakan kegiatan KKN di Kebumen untuk mengenal sejarah Pesantren Mendit sekaligus belajar langsung dari masyarakat.

Dalam kunjungan ke Dukuh Mendit, Desa Kritig, Kecamatan Petanahan, mahasiswa melihat bangunan lama, berbincang dengan warga, dan menggali cerita tentang perjalanan pesantren tersebut. Dari kegiatan sederhana itu, mahasiswa mendapat pengalaman tentang sejarah, melakukan observasi untuk mendapatkan informasi dari kehidupan masyarakat yang tidak mereka dapatkan hanya dari ruang kuliah.

Mahasiswa IMA Banjar Menggali Cerita dari Pesantren Mendit

Tim KKN IMA Kota Banjar mengunjungi Pesantren Mendit untuk melihat langsung tempat yang memiliki kaitan dengan sejarah pendidikan Islam di wilayah tersebut. Informasi mengenai pesantren diperoleh dari masyarakat dan keturunan pendirinya yang masih mengetahui cerita tentang masa lalu Mendit.

Menurut cerita yang mereka dapatkan, Pesantren Mendit didirikan oleh KH Hisyam sekitar tahun 1922. Pada masa perkembangannya, pesantren tersebut pernah menjadi tempat belajar sekitar 400 santri yang datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Baca juga: Cara Petugas Layanan Keluarga Membagi Waktu Kuliah dan Pekerjaan: Selaraskan Layanan dan Kuliah Akhir Pekan

Sejarah Mendit Berkaitan dengan Pesantren Citangkolo

Menariknya, cerita tentang Pesantren Mendit tidak berhenti di Kebumen. Salah satu alumni dalam penelusuran tersebut adalah KH Abdurohim, yang kemudian mendirikan Pondok Pesantren Miftahul Huda Citangkolo di Kota Banjar.

Pesantren tersebut kemudian berkembang menjadi Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, yang kini menaungi pendidikan hingga perguruan tinggi, termasuk IMA Kota Banjar. Karena itu, kunjungan ke Mendit juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal kembali sejarah yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan mereka.

Masjid dan Kobong Menjadi Jejak Kehidupan Pesantren Masa Lalu

Selain mendengarkan cerita warga, mahasiswa juga melakukan observasi beberapa bangunan yang masih tersisa di kawasan tersebut. Salah satunya adalah Masjid Mendit, yang memiliki detail arsitektur seperti jendela berkisi kayu yang dinilai memiliki kemiripan dengan bangunan lama di Citangkolo.

Tim juga menemukan kombongan atau kobong, yaitu bangunan sederhana yang dahulu digunakan sebagai tempat tinggal santri. Keberadaan bangunan tersebut menjadi salah satu jejak fisik yang membantu mendokumentasikan kondisi lingkungan Pesantren Mendit pada masa lalu.

Baca juga: Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Pendidikan Agama Islam

Menelusuri Sejarah Lokal Melatih Kemampuan Riset Mahasiswa

Dari kegiatan ini, mahasiswa belajar melakukan penelitian sederhana melalui observasi dan wawancara. Mereka datang langsung ke lokasi, berbicara dengan narasumber, dan mencatat informasi yang diperoleh.

Pengalaman tersebut melatih mahasiswa untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan memahami kondisi nyata di lapangan. Kemampuan seperti ini bisa berguna saat mengerjakan penelitian, tugas akhir, maupun pekerjaan yang membutuhkan kemampuan mencari dan mengolah informasi.

Cerita Desa Menjadi Warisan untuk Generasi Berikutnya

Sejarah sebuah desa tidak selalu tersimpan dalam buku, tetapi juga dalam cerita warga yang pernah mengalami atau mengetahui peristiwa di masa lalu. Melalui sejarah lisan, mahasiswa dapat menggali informasi dari narasumber dan mendokumentasikannya agar pengetahuan tentang tokoh, tempat, dan perjalanan sebuah lembaga tidak hilang begitu saja.

Dalam kasus Pesantren Mendit, cara ini membantu mahasiswa memahami bagaimana pendidikan pesantren berkembang dari satu daerah ke daerah lain. Bagi masyarakat, hasil penelusuran tersebut juga dapat menjadi catatan yang memperkenalkan kembali sejarah lokal kepada generasi berikutnya.

Baca juga: Siapa yang Cocok Mengikuti Kelas Karyawan S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di IMA?

Pengalaman Kuliah Tidak Hanya Dibangun di Ruang Kelas

KKN IMA Kota Banjar di Pesantren Mendit menunjukkan bahwa mahasiswa juga bisa belajar dari masyarakat, riset, dan pengalaman langsung di lapangan. Karena itu, saat memilih kampus, jangan hanya melihat jurusan dan biaya, tetapi perhatikan juga kesempatan belajar di luar kelas.

Kalau kamu ingin mengenal lebih jauh IMA Kota Banjar, cek informasi jurusan dan perkuliahannya melalui kelaskaryawan.id. dan kampusalazhar.id. Untuk mendapatkan informasi kuliah dan berita pendidikan terbaru, kamu juga bisa mengikuti Instagram dan Channel WhatsApp Komunitas Kuliah, lalu jika sudah siap, lanjutkan ke pendaftaran kuliah secara online. Karena perubahan dimulai dari #BeraniKuliah.